PENDAFTARAN MAHASISWA BARU TAHAP I ( 1 Februari - 30 April 2018 ), TAHAP II ( 1 Mei - 30 Juni 2018 ), TAHAP III ( 1 Agustus - 31 Agustus 2018 ) UNTUK INFORMASI LAINNYA BISA MENGHUBUNGI KAMI Telp. 0765-5507654, Jalan Utama karya No. 03 Bukit Batrem II Kecamatan Dumai Timur Kota Dumai Riau - Indonesia
Jum'at, 21 September 2018

Seminar Dumai Exspo 2018: “Economics Flying” Isu Utama Pembangunan Kota Dumai

whatsapp-image-2018-04-30-at-22-02-24

untitled-3Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak serta-merta berdampak kepada kemajuan pembangunan. Demikianlah fenomena yang terjadi dengan kota Dumai. Kota industri yang strategis dipesisir pantai timur Sumatera itu memiliki laju pertumbuhan yang tinggi bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional, pada tahun 2015 pertumbuhannya mencampai 8,5 persen tapi ternyata tidak berpengaruh signifikan terhadap kemajuan dalam pembangunan kawasan. Kondisi itu oleh Dr. H. M. Rizal Akbar, S.Si, M.Phil disebut sebagai Economics Flying.

Wacana Economics Flying atau ekonomi terbang ini menjadi wacana menarik dalam Seminar yang digelar sempena Dumai Exspo 2018 kali ini. Sebagai bagian dari upaya memeriahkan Hari Lahir kota Dumai yang ke-19, Exspo kota Dumai 2018 kali ini menampilkan Seminar yang menghadirkan para pembicara handal dalam mengupas peluang ekonomi dan perdagangan di kota Dumai. Pada  Senin (30/4) Seminar yang dilaksanakan di Ruang Indoor Dumai exspo 2018 ini, mengangkat tema “Peran Perbankan dalam Pembangunan Ekonomi dan Perdagangan di kota Dumai”.  Hadir dalam seminar tersebut para narasumber Dr. H. M. Rizal Akbar, S.Si, M.Phil mewakili Kadin Kota Dumai, Sugeng Udiman Kepala Cabang Bank Mandiri kota Dumai dan Ajar Prabowo Pimpinan Bidang Pemasaran Bisnis  Bank BNI Kota Dumai.

Dr. H.M. Rizal Akbar, yang juga akademisi IAI Tafaqquh Fiddin Dumai pada kesempatan pertama memaparkan bahwa diantara bank dan pelaku usaha merupakan satu mata rantai yang tidak mungkin dapat dipisahkan. Namun menurutnya yang terpenting adalah bagaimana  peluang berusaha dapat terbuka semakin lebar, sehingga para pengusaha semakin memiliki banyak kesempatan untuk menjalankan usahanya yang pada gilirannya akan berdampak kepada kemajuan ekonomi di kota ini. Dengan suburnya pertumbuhan usaha secara otomatis perbankan akan merespon kebutuhan modal dari geliat ekonomi tersebut. Namun Rizal menyayangkan hal itu yang sulit terjadi di kota ini, karena meskipun dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan tetapi terjadi apa yang dikatakan economics flying (ekonomi yang terbang). Sehingga potensi ekonomi itu tidak berdampak kepada kemajuan ekonomi lokal, baik dalam menstimulus pasar lokal, dunia usaha lokal bahkan lembaga keungan yang ada di kota Dumai.

Senada dengan Rizal, Sugeng Udiman kepala cabang Bank Mandiri kota Dumai juga menegaskan keterkaitan diantara Bank dengan dunia usaha. dia menjelaskan bahwa salah satu fungsi perbankan adalah dalam mendorong kemajuan pembangunan. Menurutnya tidak ada halangan bagi perbankan untuk membantu permodalan bagi badan usaha yang memiliki kelayakan. Sugeng juga sepakat sebenarnya perkembangan dunia usaha kota Dumai akan lebih maju bilamana potensi pertumbuhan yang cukup besar di kota ini dapat mampir meskipun sebentar di kota ini, tidak alih-alih terbang menuju kota-kota besar lain. Menurutnya kami di perbankan ini yang sangat merasakan persoalan itu.

Sementara Ajar Prabowo menegaskan bahwa, sesungguhnya mengakses perbakan itu sangat mudah. apalagi saat ini paradigma ekonomi sudah bergeser. Dia mengupamakan bahwa saat ini dunia usaha itu bagaikan gula sementara perbankan adalah semutnya. Jadi sekecil apapun gula akan diperebutkan oleh semut, untuk itu jangan kahawatir untuk mengakses perbankan paparnya. Namun Ajar juga berharap kiranya dunia usaha di kota Dumai dapat berkembang selaras dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi di kota ini.

Menyikapi ketimpangan diantara pertumbuhan ekonomi tinggi yang tidak berdampak pada pembangunan daerah itu ketiga narasumber bersepakat bahwa perlu upaya strategis dalam menjembatani gab tersebut. Dalam konteks itu Dr. H. M. Rizal Akbar  menegaskan bahwa pemerintah daerah sepatutnya menjadikan economics flying itu sebagai isu strategis pembangunan, sehingga arah kebijakan pembangunan yang tertuang baik dalam Renstra, RPJP dan RPJM kota Dumai harus dapat menyelesaikan hal ini secara bertahap,.

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *